Cara Menulis Novel Untuk Pemula

Cara Menulis Novel Untuk Pemula

Cara Menulis Novel Untuk Pemula sebuah novel adalah karangan fiksi dari cerita naratif novel yang baik menunjukkan kenyataan, bahkan terkadang lebih luas lagi cakupannya, sehingga pembaca bisa menemukan kebenaran dan rasa kemanusiaan di dunia ciptaan novel tersebut. Tidak peduli jenis novel apa yang ingin anda tulis sastra atau komersial, roman atau sains fiksi, peperangan epik atau drama keluarga Anda akan membutuhkan energi kreatif tanpa batas dan komitmen untuk menyelesaikan draf novel, revisi, dan proses penyuntingannya.



Menciptakan Dunia Fiksi

Carilah informasi menulis novel adalah proses yang kreatif, dan Anda tidak akan pernah tahu kapan ide bagus akan datang. Bawalah buku catatan dan pena sehingga Anda dapat menuliskan ide-ide ke mana pun Anda pergi. Anda mungkin akan merasa terinspirasi oleh sesuatu yang Anda dengar di pagi hari, atau saat melamun di kedai kopi. Anda tidak akan pernah tahu kapan Anda akan mendapat inspirasi, jadi bukalah mata dan telinga ke mana pun Anda pergi.

Untuk menjadi seorang penulis, Anda membutuhkan inspirasi yang konstan. Terkadang, penulis mengalami kesulitan mencari ide. Masalah ini dialami oleh semua penulis, dan cara terbaik untuk mengatasinya adalah dengan mencari inspirasi.



Inspirasi tidak hanya datang dalam bentuk buku, tetapi bisa juga dalam bentuk acara TV, film, atau bahkan kegiatan jalan-jalan ke pameran atau galeri seni. Inspirasi akan datang dalam jumlah tak terbatas!
Gunakan buku catatan Anda untuk menulis potongan, paragraf, atau bahkan kalimat yang akan menjadi bagian dari cerita lengkapmu.

Pikirkan tentang cerita-cerita yang pernah Anda dengar – cerita-cerita yang diturunkan dari nenek buyut Anda, cerita yang membuat Anda tertarik pada berita, atau bahkan cerita hantu dari masa kecil yang terus membayangi Anda pertimbangkan momen dari masa kecil atau masa lalu yang Anda ingat, baik berupa kematian misterius seorang wanita di kota Anda, obsesi tetangga tua Anda dengan penyelidikan hewan peliharaan, atau perjalanan ke London yang tidak bisa Anda lupakan. Misalnya, adegan es di “One Hundred Years of Solitude”.

Adegan ini merupakan pengalaman yang dialami oleh si penulisnya sendiri ketika ia masih kecil.
Orang-orang mengatakan Anda seharusnya “menulis apa yang Anda tahu.” Yang lain percaya kalau Anda harus “menulis apa yang Anda tidak tahu tentang apa yang Anda tahu.” Pikirkan sesuatu dari hidup Anda yang menginspirasi, mengganggu, atau menggelitik bagaimana Anda bisa menggali topik ini lebih dalam di sebuah novel?

Pikirkan genre novel anda

Tidak semua novel benar-benar tergolong suatu kategori tertentu, akan tetapi memikirkan genre yang Anda inginkan dan target pembaca sebelum memulai menulis bisa menjadi hal yang bermanfaat. Bacalah semua karangan utama yang termasuk dalam genre yang Anda pilih untuk mendapatkan gambaran cara menyusun novel sesuai dengan genre yang Anda pilih. Dan kalau Anda belum menentukan genre atau berniat untuk membuat lebih dari satu genre, tidak masalah yang lebih penting adalah menyadari tradisi yang Anda lakukan dibandingkan terpaku pada satu genre tertentu. Pertimbangkan pilihan-pilihan berikut:

  • Novel sastra, yang ditujukan untuk tujuan seni, lengkap dengan tema yang dalam, penuh simbol, dan kompleks. Bacalah karangan klasik milik penulis novel ternama dan gunakan daftar yang membantu seperti The Guardian’s 100 Novel Terbaik Sepanjang Masa.
  • Novel komersial, yang ditujukan untuk menghibur pembaca dan dijual dalam jumlah salinan yang tinggi. Novel ini terbagi dalam banyak genre, termasuk fiksi ilmiah, misteri, thriller, fantasi, roman, dan sejarah fiksi. Banyak novel dalam genre ini yang dapat ditebak dan ditulis dalam seri yang panjang.
  • Ada banyak gabungan antara novel sastra dan komersial. Banyak penulis fiksi ilmiah, fantasi, thriller, dan yang lain membuat novel dengan kompleks dan penuh makna seperti penulis sastra. Hanya karena sebuah novel tidak terjual dengan laris bukan berarti novel itu bukan hasil seni.
  • Apa pun genre yang Anda sukai atau Anda pilih, Anda harus membaca novel-novel dengan “genre” itu sebanyak-banyaknya kalau Anda belum membaca. Ini akan memberikanmu pemahaman yang lebih baik tentang tradisi yang akan anda tulis dan bagaimana Anda bisa menambahkan atau menantang tradisi tersebut.
  • Bagian dari riset (lihat lebih lanjut di bagian bawah untuk mempelajari cara melakukan riset) berarti Anda harus membaca novel-novel lain dengan genre atau tradisi yang sama dengan novel yang akan Anda tuliskan. Bagaimana novel Anda akan berbeda dari novel-novel ini?

Pertimbangkan setting pada novel anda.

Setelah menentukan genre yang ingin ditulis, mulailah membayangkan latar belakang untuk novel Anda. Setting tidak hanya berbicara tentang kota tempat kelahiran karakter; tetapi Anda bisa menentukan detail-detail lain di seluruh alam semesta. Latar belakang yang Anda buat akan menentukan tema dan nada novel Anda, serta mempengaruhi masalah yang dihadapi karakter novel Anda. Pikirkan pertanyaan-pertanyaan berikut sambil Anda mengira-ngira batasan dunia baru yang akan Anda ciptakan:

  • Apakah latar belakangnya adalah tempat-tempat yang familiar denganmu di kehidupan nyata?
  • Apakah latar belakangnya akan berada di masa sekarang, atau waktu yang lain?
  • Apakah latar belakangnya akan berada di bumi, atau tempat lain yang fantasi?
  • Apakah latar belakangnya akan fokus pada satu kota atau lingkungan, atau lokasi yang lebih luas?
  • Apakahlatar belakannya akan berlangsung selama sebulan, setahun, atau sepuluh tahun?
  • Apakah dunia ciptaan Anda akan berada dalam bayang-bayang, ataukah penuh optimisme?

Ciptakan karakter-karakter pada novel.

Karakter yang paling penting dalam novel Anda akan menjadi karakter protagonis. Karakter ini harus dibuat dengan sifat dan jalan pikiran yang mudah dikenali. Protagonis tidak harus menjadi seseorang yang disukai banyak orang, tetapi biasanya ia memiliki banyak penggemar sehingga pembaca akan tertarik dengan ceritanya. Salah satu kesenangan dalam membaca cerita fiksi adalah menyadari bahwa diri Anda bisa mengalami dan hidup di dalam dunia tersebut, melalui karakter favorit Anda.

  • Karakter protagonis dan lainnya tidak harus disukai banyak orang, tetapi harus menarik. Misalnya Lolita di Humbert. Anda boleh membuat karakter protagonis yang dibenci banyak orang, asalkan karakter tersebut tetap menarik.
  • Novel Anda juga tidak harus hanya memiliki satu protagonis. Anda bisa memiliki banyak karakter yang melibatkan pembaca, dan bahkan dapat menceritakan cerita dari banyak pandangan.
  • Dunia Anda juga harus dihuni oleh karakter-karakter lain. Pikirkan siapa yang akan berinteraksi dengan karakter protagonis Anda, entah sebagai teman atau lawan.
  • Anda tidak harus benar-benar tahu siapa yang akan menghuni novel Anda ebelum Anda mulai. Seiring Anda menulis, Anda mungkin menemukan bahwa karakter protagonis Anda mungkin adalah karakter figuran yang Anda ciptakan, atau Anda mungkin menemukan karakter baru muncul di bagian yang tak Anda sangka.
  • Banyak penulis novel mendeskripsikan pemikiran karakter mereka sebagai orang yang sesungguhnya, menanyakan pada mereka apa yang akan dilakukan karakter tersebut dalam situasi tertentu dan melakukan yang terbaik untuk “mempertahankan” karakter itu. Karakter Anda harus benar-benar dikembangkan dalam pikiran sehingga terasa alami, untuk membantu Anda mengatur dunia fantasi di dalam novel.
BACA JUGA:  Tips Mendapatkan Pekerjaan yang Bergaji Besar tahun 2019

Visualisasikan jalan ceritanya.

Kebanyakan novel, tidak peduli genrenya, memiliki konflik. Ketegangan muncul hingga masalah mencapai klimaksnya, kemudian diselesaikan dengan cara tertentu. Ini tidak berarti novel harus selalu memiliki akhir yang bahagia; tetapi hal ini akan memberikan motivasi pada karakter untuk melakukan sesuatu dan menciptakan sarana untuk mengubah dan menjelajahi keseluruhan bagian novel.

  • Tidak ada formula khusus untuk membuat jalan cerita novel yang sempurna. Meskipun pendekatan yang tradisional adalah dengan meningkatkan ketegangan (membangun detail dan ketegangan dalam cerita), masalah (krisis utama dalam novel), dan penyelesaian (hasil akhir dari krisis); ini bukan satu-satunya cara.
  • Anda bisa memulai dengan konflik utama dan mundur ke belakang untuk menunjukkan mengapa konflik ini penting. Misalnya, seorang perempuan pulang ke rumah untuk menghadiri pemakaman ayahnya, dan pembaca mungkin tidak tahu kalau adegan ini akan segera memicu sebuah konflik utama.
  • Novel Anda juga tidak harus benar-benar menyelesaikan konflik. Anda boleh meninggalkan akhir yang belum selesai dan menggantung.
  • Novel Anda juga tidak harus linier. Bisa dimulai dari masa sekarang, mundur ke masa lalu dan maju antara masa lalu dan masa sekarang, atau bahkan dimulai dari masa lalu dan melompat dua puluh tahun ke depan – lakukan apa pun yang terbaik untuk menceritakan cerita anda. Contoh novel yang tidak linier adalah Hopscotch karangan Julio Cortázar.
  • Bacalah beberapa novel favorit Anda dan ikuti alur ceritanya. Lihat bagaimana novel itu disusun. Susunannya mungkin akan lebih menarik jika novelnya tidak linier.

Tentukan sudut pandang anda

Novel biasanya ditulis dengan sudut pandang orang ketiga atau pertama, meskipun bisa juga ditulis dari sudut pandang orang kedua, atau kombinasi dari ketiganya. Orang pertama adalah saya yang diceritakan secara langsung dari sudut pandang seorang karakter; orang kedua, yang lebih jarang digunakan, mengalamatkan pembaca sebagai anda dan memberitahu pembaca dengan jelas apa yang dia lakukan, dan orang ketiga mendeskripsikan karakter atau sekumpulan karakter dari perspektif luar.

  • Anda tidak harus menentukan sudut pandang novel sebelum menulis kalimat pertama. Malahan, Anda mungkin menulis bab pertama atau seluruh draf novel pertama anda sebelum memiliki ide bagus mengenai sudut pandang orang pertama atau ketiga yang lebih tepat.
  • Tidak ada peraturan baku untuk mewajibkan sudut pandang yang lebih baik digunakan untuk tipe novel tertentu. Akan tetapi, kalau Anda menulis novel panorama dengan banyak karakter, orang ketiga dapat membantu Anda mengatur semua karakter yang akan memopulerkan novel Anda.

Pertimbangkan untuk mulai dari nol

Meskipun terlebih dahulu menentukan genre, jalan cerita, karakter, dan latar belakang yang ada di kepala adalah hal yang baik, kalau Anda ingin menulis novel, Anda tidak harus terlalu terpaku pada semua detail ini di awal cerita. Anda dapat terinspirasi karena hal-hal sederhana momen sejarah, sebagian percakapan yang anda dengar di toko kelontong, atau cerita yang pernah diceritakan nenek Anda. Ini sudah cukup untuk mulai menulis dan membuat sesuatu dari yang anda ketahui.

  • Kalau Anda terlalu memikirkan detail sebelum menulis draf, Anda mungkin akan mengurangi kreativitas diri sendiri.

Membuat Draf Novel

Setiap penulis novel memiliki cara yang berbeda untuk memulai sebuah novel. Membuat garis besar cerita merupakan cara yang baik untuk menuliskan ide-ide dan memberikan tujuan kecil untuk menyelesaikannya, sembari mengejar tujuan yang lebih besar, yaitu menulis seluruh buku. Tetapi, kalau Anda menulis dari keputusasaan, dan tidak punya detail apa pun benar-benar kosong dan sudah merasa putus asa, mungkin Anda harus mencari inspirasi dan menulis apa pun yang terasa benar sampai Anda menemukan sesuatu yang menarik bagi diri Anda.

  • Garis besar cerita Anda tidak harus linier. Anda dapat membuat sketsa pendek untuk setiap bagian karakter, atau membuat diagram Venn yang menunjukkan bagaimana cerita setiap karakter akan berhubungan.
  • Setelah Anda membuat garis besar cerita, jangan mencoba untuk mengikutinya dengan sama persis. Poinnya adalah melompatlah ke proses menulis dengan representasi visual yang menggambarkan cerita yang mungkin akan terjadi. Hal ini akan berubah saat Anda mulai menulis.
  • Terkadang, sebuah garis besar cerita dapat “lebih” membantu setelah Anda melengkapi satu atau dua draf novel. Ini dapat membantu Anda memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai susunan novel dan melihat mana yang pas dan tidak pas, atau bagian mana yang harus dikembangkan atau dikurangi.

Temukan rutinitas menulis untuk diri sendiri

Untuk melengkapi draf pertama, Anda harus menemukan waktu dan tempat yang kondusif untuk mencapai tujuan. Anda bisa menulis di waktu yang sama setiap pagi atau sore, menulis apa pun yang muncul sepanjang hari, atau menulis selama tiga hari seminggu. Apa pun rutinitas Anda, jangan hanya menulis saat Anda terinspirasi paham ini hanyalah sebuah mitos. Anda harus menjadikan menulis seperti pekerjaan nyata dan dilakukan dengan rutin, entah Anda sedang merasa ingin menulis di hari tertentu atau tidak.

  • Buatlah ruangan menulis untuk membantu Anda menulis secara rutin. Temukan tempat yang nyaman, yang bisa membuat Anda santai. Pastikan tempat ini juga bebas dari gangguan. Gunakan kursi yang bagus, yang tidak akan membuat Anda sakit punggung setelah berjam-jam duduk dan menulis. Anda tidak akan bisa menulis buku dalam waktu satu jam; tetapi bisa berbulan-bulan, jadi lindungi punggung Anda.
  • Rutinitas juga meliputi makanan yang perlu Anda makan dan minum sebelum atau selama waktu menulis yang ditentukan. Apakah kopi membuatmu lebih bangun dan sadar, atau terlalu gelisah untuk lebih produktif? Apakah makan pagi yang banyak membuat Anda bertenaga, atau malah malas?
BACA JUGA:  Tips Atasi Bibir Kering dan Mengelupas

Lakukan penelitian

Jumlah penelitian yang perlu Anda lakukan tergantung novel yang Anda tulis. Pastikan untuk mengetahui, meneliti, dan mempelajari sebanyak-banyaknya mengenai latar belakang novel Anda (seperti budaya karakter, tempat dia berada, periode waktunya, dan lain-lain). Penelitian yang perlu Anda lakukan untuk menulis sejarah fiksi selama Perang Revolusi misalnya, akan lebih banyak dibanding penelitian yang Anda perlukan untuk menulis novel remaja dewasa yang terinspirasi dari pengalaman Anda di sekolah. Tetap saja, novel apa pun yang Anda tulis, Anda perlu melakukan penelitian yang cukup untuk memastikan hal-hal yang ada di novel anda akurat dan dapat dipercaya.

  • Manfaatkan keberadaan perpustakaan. Anda akan dapat menemukan banyak informasi yang Anda butuhkan di perpustakaan sekitar tempat tinggal Anda. Perpustakaan juga merupakan tempat yang baik untuk menulis.
  • Wawancarailah orang lain. Kalau Anda tidak yakin topik yang Anda tulis benar, carilah seseorang dengan pengetahuan tentang subjek tersebut dan ajukan banyak pertanyaan kepadanya.
  • Meneliti juga dapat memengaruhi cakupan dan isi novel Anda. Semakin banyak membaca tentang periode waktu atau topik yang Anda tulis, Anda mungkin akan menemukan detail-detail baru yang benar-benar menarik yang mengubah arah keseluruhan novel Anda.

Tulis draf pertama Anda

Ketika Anda merasa siap, duduklah dan mulai menulis draf pertama novelmu. Jangan khawatir dengan bahasa yang sempurna tidak ada yang membaca draf ini kecuali diri Anda. Menulislah tanpa menghakimi diri sendiri. Draf pertama novel “tidak” selalu harus spektakular tetapi harus diselesaikan. Jangan menahan diri. Bagian tersulit pada novel Anda mungkin akan menjadi bagian paling menarik di draf selanjutnya.

  • Buatlah komitmen dan menulislah setiap hari atau sesering mungkin. Anda perlu memahami apa yang Anda lakukan. Banyak penulis hebat tidak dikenal karena laci-laci mereka penuh dengan novel-novel yang tidak selesai.
  • Buatlah tujuan kecil menyelesaikan satu bab, beberapa halaman, atau beberapa kata setiap beberapa hari sekali  untuk membuat diri Anda termotivasi.
  • Anda juga bisa membuat tujuan jangka panjang targetkan Anda berniat untuk menyelesaikan draf pertama novel dalam waktu setahun, atau bahkan enam bulan. Pilih tanggal penyelesaian dan jalani.

Merevisi Novel

Tulislah sebanyak-banyaknya draf novel sesuai keperluan. Anda mungkin beruntung dan hnaya perlu menulis tiga draf sampai berhasil menulis draf yang tepat. Atau, Anda mungkin harus menulis dua puluh draf sebelum novel Anda sempurna. Pastikan saja Anda menjalani kegiatan ini dengan santai, dan tentukan kapan novel akan selesai serta siap untuk dibagikan ke banyak orang – kalau Anda membagikannya terlalu cepat, kreativitas Anda akan terhenti. Setelah Anda sudah cukup menulis draf novel dan siap untuk melanjutkan, Anda bisa melanjutkan ke tahap penyuntingan.

  • Ketika ditanya mengenai bagian tersulit saat menulis akhir cerita dari A Farewell to Arms (setelah menulis ulang tiga puluh sembilan kali), Ernest Hemingway menjawab, mencari kata-kata yang tepat.
  • Setelah Anda menulis draf pertama, beristirahatlah selama beberapa minggu, bahkan beberapa bulan, dan cobalah untuk duduk dan membacanya seolah-olah Anda adalah salah satu pembaca. Bagian mana yang perlu penjelasan lebih? Bagian mana yang terlalu panjang dan membosankan?
  • Prinsipnya adalah, jika Anda melewati beberapa bagian novel Anda, maka pembaca Anda juga akan melakukannya. Bagaimana caranya membuat novel menjadi lebih menarik, dengan menghilangkan atau memperbaiki bagian yang rumit? Apa yang harus anda lakukan?
  • Setiap draf atau revisi baru dapat difokuskan baik hanya pada satu atau beberapa aspek dari novel Anda. Misalnya, Anda bisa menulis sebuah draf yang benar-benar baru yang terfokus untuk membuat naratornya menjadi lebih menarik bagi pembaca, draf lain yang mengasah pengembangan latar belakang kejadian-kejadian, dan draf ketiga yang menunjukkan roman utama dari novel.
  • Lakukan proses ini berulang-ulang sampai Anda menulis draf yang dapat dibanggakan ke orang lain. Mungkin bisa berbulan-bulan atau bertahun-tahun sebelum novel Anda sampai di tahap ini; bersabarlah terhadap diri sendiri.

Berlatihlah menyunting draf Anda sendiri.

Ketika Anda sudah berhasil menuliskan draf akhir novel anda, Anda bisa mulai menyuntingnya. Sekarang, berfokuslah menghilangkan paragraf atau kalimat-kalimat yang tidak perlu, frasa-frasa aneh atau berulang-ulang, atau rampingkan prosa Anda. Anda tidak harus menyunting setiap kalimat yang Anda tulis setelah draf pertama banyak kata-kata akan berubah saat Anda melengkapi draf terakhir Anda.

  • Cetaklah novel dan bacakan keras-keras. Hilangkan atau perbaiki bagian-bagian yang terdengar tidak pas.
  • Jangan terlalu terpaku pada tulisan anda, misalnya paragraf tertentu yang tidak membuat alur cerita pada novel maju. Tantanglah diri Anda untuk membuat keputusan yang benar. Anda selalu bisa menggunakan paragraf itu untuk bagian lain.

Tunjukkan hasil karya Anda kepada orang lain

Mulailah dengan menunjukkan tulisan Anda kepada seseorang yang benar-benar Anda percaya, sehingga Anda akan terbiasa melihat orang lain membacanya. Karena bukan hal yang mudah untuk mendapatkan umpan balik yang jujur dari orang-orang yang mencintai dan ingin menyenangkan Anda, pertimbangkan meminta pendapat orang luar dengan cara di bawah ini:

  • Bergabunglah dengan komunitas menulis. Universitas dan pusat menulis di sekitar Anda adalah tempat yang tepat untuk menemukan komunitas fiksi. Anda bisa mengulas tulisan orang lain serta mendapatkan masukan untuk novel Anda sendiri.
  • Bentuklah kelompok menulis. Kalau anda mengenal beberapa orang yang menulis novel, aturlah waktu untuk bertemu dengan mereka sebulan sekali untuk berbagi perkembangan dan meminta saran.
  • Terimalah saran dengan lapang dada. Jika seseorang memberitahu Anda bahwa suatu bagian tertentu pada novel Anda tidak bagus, carilah pendapat orang lain lagi sebelum memutuskan untuk menghilangkannya dari naskah.
  • Kalau anda benar-benar berkomitmen ingin menyelesaikan novel, Anda bisa mempertimbangkan mengikuti program menulis kreatif M.A atau M.F.A. Program ini menawarkan lingkungan yang mendukung dan menarik untuk berbagi novel dengan orang lain. Ditambah lagi, mereka bisa membantu memotivasi Anda dengan mengatur batas waktu untuk menyelesaikan novel.

Pertimbangkan untuk mencoba menerbitkan novel

Banyak penulis novel melihat novel pertama mereka sebagai pengalaman belajar yang dapat membantu mereka menulis karya fiksi yang lebih bagus ke depannya; akan tetapi, kalau Anda merasa percaya diri dengan novel Anda dan ingin membawanya ke penerbit, maka ada beberapa jalan yang bisa ditempuh. Anda bisa memilih rumah penerbit buku tradisional, daring, atau menerbitkannya sendiri.

  • Kalau Anda mencoba bekerjasama dengan penerbit buku tradisional, mintalah bantuan agen karya sastra untuk menawarkan buku anda ke penerbit. Pergilah ke Writer’s Market untuk daftar agen-agen sastra. Anda akan diminta untuk menyerahkan surat permintaan dan sinopsis naskah novel Anda.
  • Perusahaan yang menerima penerbitan sendiri pun beragam kualitasnya. Sebelum memilih perusahaan, mintalah beberapa contoh buku sehingga Anda bisa melihat kualitas kertas dan cetakannya
  • Dan kalau Anda tidak ingin novel Anda diterbitkan, tidak apa-apa. Pujilah diri Anda sendiri karena telah menyelesaikan karya dengan baik dan lanjutkan proyek kreatif Anda yang selanjutnya.
BACA JUGA:  Gimana Sih Cara Unreg Kartu Sim? Nah Begini Caranya!

Tips

  • Kalau Anda kebingungan untuk membuat alur ceritanya berjalan, bayangkan salah satu karaktermu berdiri di belakang Anda dan memberitahu hal-hal yang akan mereka lakukan dalam situasi itu.
  • Tulislah segala sesuatu yang Anda inginkan atau bayangkan (interpretasikan sesuka hati). Kalau Anda adalah pencinta fiksi ilmiah, mungkin Anda tidak akan bersenang-senang dengan karya sejarah fiksi. “Lebih baik menulis untuk diri sendiri dan tidak diterbitkan daripada menulis untuk umum tetapi tidak menggambarkan diri sendiri.” Tulislah cerita sesuka hati. Ada banyak pasar untuk semua “genre” dan akan selalu ada tempat untuk cerita Anda kalau cerita tersebut ditulis dengan baik dan menarik.Tulislah satu halaman setiap hari, tidak peduli sekreatif apa diri Anda di hari itu.
  • Bacalah banyak buku (terutama buku-buku yang memiliki genre yang sama atau relevan dengan novel Anda); sebelum, selama, dan sesudah menulis novel. Hal ini akan membantu dalam banyak hal.
  • Ingatlah untuk membuat karakter yang memiliki karakteristik yang sama dan berbeda (termasuk dalam hal pendapat) dengan diri Anda. Tidak ada yang menginginkan Mary Sue, dan orang-orang mungkin menerima tulisan berkualitas karya pengarang Avatar (seperti yang disebutkan TV Tropes), tetapi kita tetap harus berusaha untuk menciptakan keragaman.
  • Gunakan sebagian waktu (atau banyak), saat sedang menulis atau tidak, untuk mendengarkan lagu – lebih tepatnya, lagu-lagu yang dapat memberikan emosi, sensasi, atau cerita pendek tertentu di kepala. Carilah dalam koleksi CD/kaset/vinil/MP3 Anda, juga “genre” dan “tema” lain. Kumpulkan daftar lagu yang cocok untuk novel/cerita Anda, hal ini akan berfungsi menjadi semacam soundtrack film. Ini akan memberi ide-ide untuk menambahkan emosi ke bagian draf pada novel yang kurang atau tidak mengandung emosi. Selain itu, Anda bisa mencoba menuliskan adegan atau bab berdasarkan hal-hal yang Anda dengarkan dari lagu – Anda juga bisa selalu mempersiapkan diri untuk mencatat inspirasi. Ada banyak aplikasi notepad (misalnya Google Keep, Astrid Tasks) untuk smartphone/iPod/tablet yang akan sangat berguna untuk mendokumentasikan ide-ide acak itu ke mana pun Anda pergi. Beberapa barang bahkan memiliki aplikasi pemroses kata seperti word dan office yang bisa digunakan.
  • Anda akan segera mengetahui kalau cerita yang Anda tulis benar-benar menarik perhatian dan imajinasi. Kalau anda tidak merasakan hal ini, teruslah mengembangkan ide dan mencoba. Terkadang mendengarkan musik saat Anda menulis akan membantu. Lagu yang tepat akan memberi ide untuk skenario dan bab yang berbeda, dan perasaan yang dirasakan karakter tentang petualangan ini, dirinya sendiri, atau karakter lain di sekitar mereka.
  • Mulailah menulis catatan harian atau jurnal dan lebih banyak membaca, karena ini akan meningkatkan keterampilan Anda. Ingat, kalau Anda ingin mengubah sesuatu, ubahlah. Novelmu dapat berubah dari perang di Timur Tengah menjadi permasalahan anak SMA. Ini mungkin terjadi, entah Anda mulai menulis dari depan atau dari tengah. Jadi, pastikan Anda benar-benar memikirkan hal yang ingin Anda tulis.
  • Kalau Anda mengalami kesulitan untuk mengembangkan karakter yang terlihat realistis, cobalah membayangkan keberadaan mereka ke mana pun anda pergi. Lakukan saat Anda pergi bekerja, pergi ke toko kelontong, mal, atau bahkan di jalan menuju ke suatu tempat. Bayangkan yang akan mereka lakukan di posisi atau situasi Anda. Catatlah hal-hal yang mereka lakukan, baik yang sama maupun berbeda dengan yang akan Anda lakukan.
  • Terkadang sebuah karakter memiliki segalanya kecuali nama yang bagus. Belilah sebuah buku bayi yang berisi nama dan artinya, dan simpanlah selama Anda menulis. Ada juga situs web daring (online) yang dapat memberikan nama dan/atau arti nama. Cara lain adalah menggunakan situs penerjemah daring untuk menerjemahkan kata-kata dari bahasa Inggris (misalkan Warrior) ke bahasa lain dan menggunakannya sebagai nama (jika cocok dengan cerita Anda). Anda bahkan bisa mencampur dan memasangkan kata-kata dari berbagai bahasa.
  • Untuk menghilangkan rintangan yang dihadapi penulis, bacalah banyak buku, tontonlah banyak film/ TV, perhatikan majalah, lakukan perjalanan, makan malam, pergilah bersama teman ke bar atau makan malam, berpestalah dan jelajahi kota dengan kata lain, nikmatilah hidup. Anda tidak akan pernah tahu kapan inspirasi akan datang.
  • Seperti kata lelucon lama, Hindari kata-kata klise yang merajalela (ironisnya, kalimat ini sering digunakan sehingga lelucon ini sendiri juga klise). Gurauan ini memang benar, tetapi menggunakannya terlalu sering membuatnya membosankan dan terkesan tidak asli.
  • Kalau anda adalah orang yang suka menunda-nuda, cobalah NaNoWriMo: tulislah 50.000 kata dalam satu bulan untuk melengkapi novel Anda. Penulis cenderung menulis lebih baik saat ada batas waktu yang dihadapi (lebih termotivasi).

Peringatan

Saat menulis novel, Anda tidak boleh terlalu sensitif dalam menyikapi masukan. Anda mungkin ditolak ketika Anda mengajukannya ke penerbit, atau bahkan, lebih buruk lagi, Anda bisa saja menyerah setelah membaca ulang cerita Anda sendiri, karena Anda menganggapnya sangat buruk. Jika pembaca memberikan saran untuk mengubah sesuatu, pertimbangkan hal tersebut, tetapi jangan langsung mengubah cerita Anda.

Pastikan hal ini adalah hal yang juga ingin Anda ubah agar karya Anda menjadi lebih baik. Selain itu, ingatlah bahwa hanya karena seseorang tidak menyukai suatu bagian di buku Anda, hal ini tidak berarti orang lain juga tidak menyukainya. Dengan alasan ini, Anda harus mendapatkan masukan dari beberapa orang sebelum menentukan keputusan tentang suatu bagian di dalam novel Anda.