Bahayanya Beli Followers, Ini Nih Alasannya!

Bahayanya Beli Followers, Ini Nih Alasannya!

Willyodeng.com – Eksis di dunia maya via media sosial kayak Instagram dan Twitter rasanya udah lifetime goals buat kids jaman now. Gelar selebgram dan selebtwit, plus kemungkinan bisa jadi influencer dan di-endorse berbagai brand ngebuat banyak orang berlomba-lomba buat konten di media sosial tersebut.



Tapi enggak jarang juga yang milih jalan pintas pakai cara ngebeli followers entah dari mana asalnya. Followers yang dijanji-in sama si penjual itu pun biasanya kebanyakan akun palsu atau bot, jarang banget ada yang asli.

Mencuri Identitas

instagram



Padahal ya Odengers, di-follow sama bot atau akun palsu itu bahayanya gede lho! Ada beberapa bot atau akun palsu yang sengaja dibuat buat nyebarin spam atau ngelakuin phising alias pencurian data informasi pribadi kayak user ID dan password akun media sosialmu dan lain-lain!

Ada juga lho akun-akun yang bisa nyebarin virus yang enggak cuma nyolong akun medsosmu, tapi seluruh data yang ada di handphone! Berdasarkan data dari sebuah perusahaan keamanan digital bernama Imperva, seenggaknya sekitar 28,9% dari total keseluruhan akun di Instagram adalah bot jahat! Ngeri banget enggak tuh Odengers.

Dilansir dari Independent, Instagram sendiri sebenernya udah berusaha memecahkan masalah bot dan akun-akun palsu ini sejak lama. Beberapa tahun lalu mereka sukses memusnahkan jutaan akun yang udah kebukti sebagai akun palsu atau bot. Tapi ya ternyata itu enggak bikin para ‘peternak’ akun palsu yang ada di luar sana menyerah ya.

Sampai sekarang ini, Odengers juga pasti gampang nemuin banyak banget akun-akun mencurigakan bertebaran di Instagram atau Twitter. Beberapa ciri utama yang dipunyai akun bot atau palsu antara lain enggak punya foto profil, enggak punya konten (twit/foto), dan followers-nya juga dikit atau bahkan enggak ada sama sekali.

BACA JUGA:  Bukan Soal Fisik, Ini 5 Alasan Yang Membuktikan Kalau Cowok Pintar Itu Ganteng

Kalau kebetulan Odengers nemuin akun-akun kayak gitu di Instagram atau Twitter, apalagi sampai di-follow, mending langung report aja deh ke media sosial yang bersangkutan. Demi keamanan bersama juga kan.