Terhubung dengan kami

WOW!

Ternyata Nada Do Re Mi Sudah Dibuat Sekitar 1000 Tahun Yang Lalu!

diterbitkan

pada

Bagikan Artikel Ini?
Share on Facebook
Facebook
Tweet about this on Twitter
Twitter
Share on Google+
Google+

Willyodeng.com – Siapa sih yang tidak tahu dengan tangga nada “do re mi fa sol la si” di dunia ini? Pasti tahu ya kan, bukan menyanyikannya dengan benar. Kalo itu sih beda cerita ya. Tangga nada do re mi termasuk salah satu hal pertama yang diajarakan sama orang tua waktu kita kecil. Tapi kamu dikasih tahu tidak? kalau tangga nada ini umurnya sudah lebih dari 900an tahun lho.


Yap, sebelum menjelaskan asal usul do re mi, Odeng mau bahas sejarah paduan suara dulu nih sedikit. Di tahun 900an, para penyanyi paduan suara di biara-biara itu harus latihan dan menghafalkan puluhan lagu selama bertahun-tahun. Karena dulu belum ada istilah tangga nada do re mi seperti sekarang, mereka latihannya mengikuti nada yang dikeluarin oleh instrumen bernama monochord.

Sebagai informasi saja nih, menghafalkan tangga nada tanpa patokan yang nyata itu susah lho. Apalagi lagu yang dihafalin itu setiap tahun bertambah terus, sementara daya ingat manusia kan bakal luntur seiring berjalannya waktu.

Nah, Semua itu berubah ketika pria bernama Guido d’Arezzo ditugaskan untuk melatih para penyanyi paduan suara di katedral di sekitar tahun 1000an. Guido sendiri pada ketika itu sudah terkenal sebagai penemu di dunia musik, salah satu penemuannya adalah format partitur lagu yang digunakan saat ini.

Balik lagi ke perkara do re mi. Guido kala itu berusaha untuk membuat sistem dimana tiap not memiliki bunyi yang mudah dilafalkan agar mudah di ingat. Yap, di Gereja Katolik itu ada sebuah lagu berjudul Ut queant laxis yang kemudian dijadikan patokan oleh Guido.

BACA JUGA:  Unik Ayah ini Kasih Nama Anaknya 'Persib 1933' Gratis Nonton Persib Seumur Hidup Enggak, Ya?

Terungkap, Nada Do Re Mi Ternyata Sudah Dibuat Sekitar 1000 Tahun Yang Lalu!Guido memasukkan lirik lagu dan not tersebut ke dalam format partitur yang dia ciptakannya. Al hasil, dia menemukan pola yang menarik, ternyata setiap suku kata pertama di tiap kalimat dalam lagu tersebut selalu satu nada lebih tinggi. Tapi waktu itu bunyinya bukan do re mi, odengers melainkan: Ut, Re, Mi, Fa, Sol, La, Si.

Seiring berjalannya waktu, “Ut” berubah menjadi “Do” karena lebih mudah diucapkan. Sementara “Si” kemudian berubah menjadi “Ti”, karena sudah ada “Sol” yang huruf depannya sama-sama “S”. Begitu ceritanya, Odengers.

Advertisement

TRENDING